Jumlah Pengunjung

[ Hak Cipta milik Scanlinestudio. Silahkan simpan (save) halaman blog kami bila ingin dibaca lebih lanjut, Terimakasih ]
Klik-lah pada gambar untuk tampilan lebih jelas

Rabu, 28 Oktober 2015

CARA MEMBUAT PROXY VRAY

PENGERTIAN PROXY VRAY
Dari Panduan secara umum;
http://www.vray.com/vray_for_3ds_max/manual/vrayproxy.shtml
"VRayProxy allows you to import geometry from an external mesh at render time only. The geometry is not present in the 3ds Max scene and does not take any resources. This allows the rendering of scenes with many millions of triangles - more than 3ds Max itself can handle."

Pengertian Sederhana;
Proxy adalah titik PERWAKILAN OBJEK, dimana file utama (*.vrmesh) sebagai "LIBRARY" terhubung dengan titik tersebut.


Pada Viewport hanya muncul beberapa garis sebagai perwakilan, namun saat rendering objek tersebut muncul keseluruhan objek. 1 file proxy dapat digunakan kembali di file lain tanpa harus menambah file proxy baru.  Namun apabila file tersebut dihapus, maka disemua file yang menggunakan proxy tersebut tidak dapat memunculkannya saat rendering dan di viewport. Proxy vray hanya dapat berlaku pada saat rendering vray diaktifkan, tidak dapat berjalan dalam mode scanline/default rendering, dll.


GENERASI AWAL SEBELUM PROXY VRAY
menurut pengamatan kami selama ini, ada beberapa yang menyerupai penggunaan proxy vray pada generasi-generasi awal, diantaranya; XRef & RPC.

XRef
(Externally referenced objects)
Prinsipnya hampir serupa dengan proxy vray. XRef menggunakan file objek 3D langsung disebuah File A, dan di File B objek tersebut DIWAKILKAN. Kelebihannya, kita dapat mengedit objek yang menjadi acuan di File A tidak seperti proxy vray. Kekurangannya, objek XRef masih tergolong berat jika ditampilkan di viewport, termasuk saat rendering. Objek XRef menyatu (blend) dengan objek 3D lainnya bila dirender dengan vray.

Contoh penggunaan XRef pada sebuah animasi vray;
- File A : Objek Orang hanya berjalan ditempat (kaki kiri melangkah - kanan melangkah )
- File B (file yang akan dirender): Objek orang hanya dianimasi "move". Gerakan berjalan ada di File A, dan  menerus (loops), Kaki kiri melangkah - kanan melangkah - kiri melangkah - dst.

RPC
(Rich Photorealistic Content)
RPC merupakan plug ins tambahan. Objek RPC tidak dapat dimodeling sendiri dan merupakan objek yang sudah baku dikeluarkan oleh
ArchVision, Inc., yang memproduksi RPC. RPC memiliki banyak kelemahan, diantaranya; 
- hasil tidak menyatu (blend) dengan objek lain di rendering vray
- karena bersumber dari angle foto tertentu (kecuali pohon & mobil), maka apabila angle di 3D tidak pas akan terlihat "ganjil"
(Objek RPC dalam rendering vray - manusia & vegetasi)

MANFAAT PENGGUNAAN PROXY VRAY
Ada banyak manfaat penggunaan proxy;
- Penyusunan objek pada viewport menjadi lebih ringan
- Dapat lebih mudah dicopy pada file 3D max sehingga dapat membuat lingkungan yang membutuhkan banyak objek 3D pelengkap. Seperti; sawah, hutan, desain landscape, dll
- Rendering lebih ringan, terlebih jika RAM komputer memang besar
- Menghemat Size file 3D Max ketika di save
- Dapat digunakan pada file berbeda dengan objek proxy yang sama
(Proxy vray untuk membuat lingkungan sawah)

(Proxy vray untuk penataan vegetasi di landscape)

(Proxy vray untuk membuat lingkungan hutan & landscape)

CARA MEMBUAT PROXY VRAY
Tahap Persiapan
01. Pastikan semua map sudah tersusun. Gelap-terang masih dapat di edit setelah objek di proxy.
02. Gandakan file 3D max sebelum proxy dilakukan atau merge objek ke file lain. File 3D yang sudah diproxy (menjadi *.vrmesh) tidak dapat dikembalikan menjadi objek 3D.
03. Satukan semua objek yang akan di proxy menjadi 1 objek.
   - Klik Objek
   - Klik Kanan > Convert to Editable Poly

   - Buka bagian Modify > Editable Poly > Attach
   - Klik objek-objek 3D yang akan disatukan

Tahap Pengambilan Material
Proses (2) dan (3) dapat dibalik sesuai selera, kemudian pengambilan material:
04. Klik Objek
05. Ketik "M" untuk memunculkan Material Editor
06. Klik Icon "Pick Material From Object"
07. Klik Objek > material akan muncul di slot

Tahap Penentuan Acuan Objek
Pastikan titik acuan objek:
08. Klik Objek
09. Buka bagian Hierarchy > Affect Pivot Only
10. Arahkan pivot sebagai acuan, misalnya; tanaman/mobil pada bagian bawah objek
11. Non aktifkan Pivot

Tahap Convert 3D ke Proxy
Mengubah objek 3D menjadi proxy:
11. Klik Objek
12. Klik Kanan
13. Convert to V-Mesh Export

14. Folder, Tentukan dimana file tersebut disimpan.
15. Export all selected object in a single file (supaya menjadi 1 objek proxy vray)
16. Automatically create Proxies (secara langsung objek 3D akan berubah menjadi proxy)
17. Faces in preview. tentukan jumlah faces yg akan terlihat; 500-1000 sudah cukup agar tidak terlalu berat saat preview


(Perbandingan 3D original dan objek yang sudah di proxy pada viewport)

Memasukkan Material ke Objek Proxy
18. Ketik "M" untuk memunculkan  Material Editor
19. Assign Material to Selection

20. Objek proxy dapat dicopy dengan mode instance tanpa merubah file acuan
21. Rendering
(Tidak ada perbedaan rendering 3D original & objek proxy)

(insyaaAllah akan bersambung bagaimana cara mendistribusi Proxy Vray)....

Selasa, 20 Oktober 2015

RUMAH MINIMALIS TROPIS PAK PUJI

Nama Proyek :  Desain Rumah Minimalis Tropis
Lokasi :  Yogyakarta
Owner :  mr. Puji

DESAIN DENAH
A. DENAH BANGUNAN
Analisa kebutuhan ruang dan kedekatannya
Pemilik lebih sering berada diluar kota, jadi menginginkan rumah tertata dari sisi fungsi maupun keamanan. Kebutuhan ruang untuk pemilik, seperti; ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur dan ruang makan merupakan area privat pemilik rumah. 

Namun agar pembantu/asisten rumah tangga tetap dapat melakukan aktifitas, maka dibuat alur kedekatan ruang yang tetap optimal melakukan pekerjaan. Beberapa ruang yang berkaitan: Ruang tidur pembantu, ruang cuci jemur yang terkait dengan taman belakang, pantry/dapur bersih.

Disamping itu, juga terdapat beberapa ruang service untuk keduanya, seperti; Taman depan, Garasi dan Teras untuk menerima tamu bila pemilik sedang keluar kota.
(gambar kebutuhan ruang)

Plotting ruang pada Denah
Dari analisa diatas, maka dengan menggunakan puzzle berusaha disusun beberapa alternatif. Dan alternatif yang paling memungkinkan untuk memfasilitasinya adalah denah sebagai berikut.
(Denah Plotting site)

Pembagian bangunan dan open space
Kebutuhan bangunan dan open space diupayakan berimbang, area terbangun tidak lebih dari 60% dan open space 40%. Dengan tujuan agar lebih optimal mendapatkan penghawaan alami, pencahayaan alami, dan menjaga kebutuhan air tanah dengan memperbesar area resapan tanah. Pencahayaan dan penghawaan alami dioptimalkan agar lebih hemat energi.
(gambar situasi)

Berikut merupakan siteplan keseluruhan;
(Gambar denah keseluruhan)


DESAIN FASADE / TAMPAK BANGUNAN
KONSEP TAMPAK BANGUNAN


(gambar tampak bangunan)

Atap sederhana limasan tropis
Atap menggunakan bentuk yang sederhana, tanpa adanya jurai dalam. Batasan atap ini dipertegas dengan profil ban-banan yang menerus sepanjang atap dan topi-topi yang mewadahi bukaan. Bukaan berupaya dimaksimalkan dengan menggunakan krepyak, bouven dan jendela-jendela, mengurangi penggunaan AC.

(gambar 3D keseluruhan siang hari)

Perbedaan level atap
Agar tidak cenderung flat, datar, terlalu sederhana, maka level atap ditiap bagian diberi perbedaan. Perbedaan level atap ini dengan tujuan agar bangunan lebih terlihat dinamis. Posisi level tertinggi ada pada bagian utama rumah, dilevel tengah pada bagian kamar, dan level paling rendah ada di teras. Perbedaan level ini juga mempertimbangkan sudut pandang manusia dari bawah, sehingga level dibuat berundak seperti bangunan candi.

(gambar 3D keseluruhan malam hari)

Point of interest Teras
Pada bagian teras depan disusun beberapa kolom yang menyirip dengan tujuan sebagai "point of interest", fokus utama apabila melihat bangunan. Kisi-kisi ini juga berfungsi sebagai screening dari pandangan luar bangunan ke teras. 

(gambar teras siang hari & malam hari)

Ornamen Batu Tempel
Batu tempel yang digunakan berupa andesit dengan dimensi persegi panjang atau yang lebih dikenal sebagai batu susun sirih. Karena dimensinya yang persegi panjang, maka dapat dijadikan konsep bangunan lebih terlihat luas dengan memasang horizontal.
(gambar batu tempel)

Pada tiap jendela, diberikan pot sepanjang jendela dengan dilapis keramik bermotif kayu agar terkesan alami.

(gambar taman samping dan belakang)

Carport Minimalis
Carport menggunakan polycarbonate namun diupayakan serasi dengan bangunan, tidak sembarang menempel. Pada sisi kolom didesain memanjang sebagai wadah lampu dinding dan pot. 

(gambar 3D taman siang & malam hari)


DESAIN INTERIOR
KONSEP 
Pemilihan warna
Untuk mendukung konsep alami, maka dipilih warna-warna dari kayu berupa "chocolate brown", dipadukan dengan warna-warna yang lebih muda dan putih.  
(gambar 3D ruang keluarga dan ruang makan ke taman)

Pemilihan bentuk
Konsep interior yang digunakan berupaya serasi dengan ruang luar yaitu minimalis, maka bentuk yang digunakan berupa elemen-elemen horizontal & vertikal. Agar terkesan menerus, pada bagian dinding diberikan elemen horizontal berupa besi hollow.
(gambar 3D ruang keluarga) 

ANIMASI ARSITEKTUR
Animasi menggunakan vray
Dalam rangka mencoba hasil rendering vray terhadap animasi, team berusaha membuat animasi pendek bangunan ini. Total rendering animasi kurang lebih sekitar 1-2 minggu bila full, namun karena ini bukan merupakan tugas utama maka total waktu pekerjaan sekitar 1 bulan.
Berikut hasil animasi dari bangunan ini, 
Selamat menikmati... semoga bermanfaat...

Minggu, 11 Oktober 2015

RUMAH TROPIS PAK SUKRISYONO

Nama Proyek :  Desain Rumah Tropis 
Lokasi :  Yogyakarta
Owner :  mr. Sukrisyono

DESAIN RUMAH TUMBUH
Denah Bangunan
Pemilik menginginkan tanah digunakan semaksimal mungkin dengan kondisinya yang tidak presisi persegi.Rumah ini juga merupakan rumah tumbuh, dimana kamar tidur pembantu dan pantry akan menyusul dikemudian hari dibangun. 
(Gambar Denah Lantai 1 dan 2 Bangunan)

Fasade / Tampak Bangunan
Dengan desain tropis menggunakan atap miring, maka bentuk bangunan diupayakan tetap mengikuti bentuk atap bangunan. Kecuali untuk bagian belakang bangunan yang nantinya merupakan bangunan tambahan (bangunan tumbuh), maka atap menyesuaikan dengan kondisi bangunan yang telah ada dan lahan / site.
(Gambar 3D bangunan dari sudut jalan)

(Gambar 3D bangunan dari bagian depan)

(Gambar 3D Bangunan dari samping)

Penataan Lampu
Karena lokasi bangunan berada pada pertigaan jalan yang terdapat lampu jalan, maka penggunaan lampu eksterior dapat diminimalkan, dengan meletakkan titik lampu pada teras dan sudut rumah yang tidak terjangkau oleh lampu jalan.
(Gambar 3D malam hari dari arah sudut jalan)

(Gambar 3D malam hari dari arah depan bangunan)